Senin - Sabtu 08.00 - 16.00 WIB 085 226 839 769 57 58 500D085 226 839 769
(pcs)

Furniture Jati Jepara

Share Button

Proses Produksi Awal Furniture Jati Jepara

2.Proses produksi Furniture Jati JeparaKetika anda ingin memiliki produk furniture jati jepara yang sesuai dengan keinginan anda (special order), sesungguhnya ada beberpa tahap yang dilakukan supaya semua pesanan produk furniture dari para costumer bisa terpenuhi. Tahap demi tahap dilakukan oleh para karyawan menurut bagiannya masing-masing, setiap divisi memilki tanggung jawab dan bagiannya sendiri-sendiri. Dalam proses produksi awal hingga proses produksi akhir, semua bagian dalam proses ini saling berkaitan, karena proses-proses yang dilakukan merupakan sebuah alur yang berkesinambungan. Sehingga dalam proses produksi agar dapat berjalan semua, maka semua divisi harus bisa saling kerjasama. Setelah pemilihan bahan baku kayu jati Jepara telah dilakukan, maka tahap berikutnya yang harus dilakukan adalah memulai proses produksi awal furniture jati Jepara.

Seperti pada gambar yang ada di samping, dimana terlihat para tenaga kerja terlatih sedang melakukan proses produksi awal furniture jati Jepara yang jika sudah selesai akan dikirim kepada para costumer Jepara Antique Furniture baik yang ada di luar negeri maupun yang ada di Indonesia. Ketika proses penggergajian kayu jati yang akan digunakan sebagai bahan baku furniture Jepara mulai dilakukan, berarti proses produksi awal mebel kayu dari kota mebel Jepara sudah dimulai. Pemotongan bahan baku disesuaikan dengan kebutuhan pada saat itu ( sesuai dengan model produk yang telah menjadi order para costumer ), pada saat inilah ketelitian dan ketrampilan para karyawan dibutuhkan. Dengan ketelitian serta ketrampilan yang dimiliki oleh para karyawan maka ketika pemotongan bahan baku dilakukan tidak banyak material yang terbuang, sehingga biaya-biaya dalam proses produksi furniture jati Jepara tidak terlalu banyak dan produk mebel jati Jepara yang dijual akan memiliki harga yang ekonomis. Setelah proses pemotongan bahan baku awal telah dilakukan proses berikutnya adalah pembuatan pola, pembuatan pola juga disesuaikan dengan model furniture Jepara yang telah ditentukan. Misalnya dalam pembuatan pola sebuah jenis lemari rak buku kantor berbeda dengan pembuatan pola meja kursi makan cafe. Pola untuk masing-masing produk furniture jati Jepara juga disesuaikan dengan bentuk serta panjang kayu jati yang digunakan.

Tekhnik Dalam Pembuatan Furniture Jati Jepara

Proses pemotongan bahan baku untuk furniture jati Jepara telah dilakukan dan proses pembuatan pola juga telah selesai, maka proses berikutnya adalah proses pembuatan furniture Jepara dengan jenis order yang telah diberikan oleh para costumer. Bahan baku yang telah menjadi pola produk seterusnya mulai dilakukan proses perakitan, proses perakitan adalah sebuah tahapan menyatukan bagian-bagian produk mebel jati Jepara yang masih berbentuk komponen. Untuk produk furniture yang memilki model ukiran setelah proses pembuatan komponen, tahap berikutnya adalah proses pemahatan pada bagian – bagian yang telah ditentukan. Setelah proses perakitan komponen furniture kayu selesai dan bentuknya sudah menyerupai produk yang di inginkan, tahap selanjutnya yaitu proses penyempurnaan produk. Dalam tahap ini prosesnya lebih sedikit ringan jika dibandingkan dengan proses produksi awal dan proses perakitan komponen furniture jati Jepara. ada beberapa hal yang harus dilakukan ketika proses service pada tahap pembuatan furniture jati, servis pembuangan lem-lem pada bagain produk yang kurang rapi akan dihilangkan. Tekhnik – tekhnik diatas telah dimiliki oleh para karyawan di bagian produksi yang memiliki tanggung jawab membuat produk – produk pesanan para costumer, sehingga divisi lainya bisa bekerja dalam memenuhi tugasnya. Dalam melakukan proses produksi setiap divisi diberi tenggang waktu pengerjaannya sehingga tekhnik yang baik akan mempercepat proses produksi furniture jati Jepara, bukan hanya tekhnik yang mempengaruhi waktu pembuatan furniture jati Jepara, tingkat kesulitan dan faktor ketersediaan bahan baku menjadi hal yang juga mempengaruhi waktu proses produksi.

Produk Un-Finishing Furniture Jati Jepara

3. Produk Un Finishing Furniture Jati JeparaGambar disamping merupakan produk-produk Un-finishing furniture jati Jepara yang siap masuk ke tahap berikutnya, tahap berikutnya adalah tahap penghalusan atau sering disebut dengan nama proses pengmplasan. Produk furniture Jepara yang dalam keadaan setengah jadi, bagian-bagian produk di bongkar dang dikasih tanda atau kode. Pemberian tanda atau kode berfungsi untuk mempermudah ketika akan menyatukan bagian – bagian mebel jati Jepara, Selain tahap pemberian kode jika bagian produk di pisah-pisahkan akan mempermudah pada tahap pengamplasan. Tahap pengamplasan dilakukan sesuai dengan urutan produk yang masuk dahulu atau bisa juga dikatakan metode FIFO ( First In – First Out ) yaitu produk furniture jati Jepara un-finishing yang masuk dahulu, dikerjakan lebih awal dan akan selesai lebih awal juga. Masih ada beberapa tahap lagi dalam proses produksi pembuatan furniture jati Jepara.

Sponsor

    Translate to:

My Location